Popular Post

PRESTASI PESERTA DIDIK SDK HIDUP BARU TAHUN PELAJARAN 2022/2023

By : Hendri Kusdianto, S.Si

DAFTAR PRESTASI  PESERTA DIDIK

SD KRISTEN HIDUP BARU

 TAHUN PELAJARAN 2022/2023


SANTO ALOYSIUS EXHIBITION

           Juara 2 Lari Estafet


 OPEN HOUSE BPK PENABUR 

             Juara 1 Gerak dan Lagu

            Juara 3 Menyanyi Solo


 
 

SISWA SDK HIDUP BARU MENGIKUTI SELEKSI DAN PEMBINAAN INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD ( IMSO ) TAHUN 2008

By : Hendri Kusdianto, S.Si
SISWA SDK HIDUP BARU MENGIKUTI SELEKSI DAN PEMBINAAN INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD ( IMSO ) TAHUN 2008

Hasil menggembirakan diraih oleh seorang pelajar SDK Hidup Baru dalam seleksi Propinsi calon peserta INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD 2008 atau IMSO 2008.

Melalui seleksi ketat yang diikuti oleh 1500 pelajar SD seluruh Indonesia. Andaru Bima Sakti pelajar kelas 5 SDK Hidup Baru Bandung, adalah wakil pelajar dari propinsi Jawa Barat ( satu-satunya wakil propinsi Jawa Barat ) dalam INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD thn 2008 untuk bidang studi sains (Ilmu Pengetahuan Alam ).

Selanjutnya, Andaru Bima Sakti akan menjalani seleksi dan pembinaan tahap I tingkat nasional yang berlangsung pada tanggal 21 - 27 April 2008 di Hotel Patra Jasa, Jl. Jend Ahmad Yani By Pass, Jakarta. Seleksi dan pembinaan tahap I nasional ini diikuti oleh 54 siswa – siswi SD dari bidang studi matematika dan 50 siswa siswi SD terbaik di bidang studi sains yang datang dari seluruh Indonesia.

Pada seleksi dan pembinaan tahap I yang lulus dan berhak untuk mengikuti seleksi tahap II terdiri dari 28 siswa siswi untuk bidang matematika dan 26 siswa siswi untuk bidang studi sains ( Ilmu Pengetahuan Alam ). Andaru Bima Sakti berada pada peringkat 19 dari 26 peserta bidang studi sains dan berhak maju ke tahap selanjutnya yaitu, tahap II pada INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD 2008. Seleksi dan pembinaan tahap II diselenggarakan pada tanggal 19 - 24 Mei 2008 di Hotel Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta.

Pada seleksi INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD( IMSO )2008, tahap 1 dan tahap 2 telah dilalui oleh siswa Andaru Bima Sakti dengan hasil yang cukup menggembirakan tinggal menunggu hasil seleksi ketahap selanjutnya( tahap 3 ).

SEKILAS TENTANG INTERNATIONAL MATHEMATIC AND SCIENCE OLYMPIAD ( IMSO )

By : Hendri Kusdianto, S.Si
SEKILAS TENTANG INTERNATIONAL MATHEMATIC AND SCIENCE OLYMPIAD ( IMSO )

Keterlibatan siswa sekolah dasar pada ajang kompetisi internasional memang masih relatif baru, namun dalam beberapa kali kesempatan kompetisi yang diselenggarakan di luar negeri, tim Indonesia dengan cepat mampu menyesuaikan diri terutama dari sisi mental mereka dalam menghadapi lawan-lawannya yang umumnya secara fisik lebih besar dan utamanya dari segi kemampuan akademik patut diperhitungkan.
“Salah satu ajang olimpiade internasional untuk tingkat SD yang diselenggarakan Indonesia untuk pertama kalinya adalah International Mathematic and Science Olympiad (IMSO) yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para siswa SD dalam bidang Matematika dan IPA. Termasuk, juga memberikan motivasi untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan keahlian mereka di bidang Matematika dan IPA,” kata Mudjito.
Pendidikan di bidang ilmu-ilmu dasar, seperti Matematika dan Sains/IPA tengah menjadi sorotan pada tahun-tahun terakhir ini sebab ada keyakinan bahwa tingkat penguasaan ilmu-ilmu dasar suatu bangsa merupakan salah satu modal utama bagi bangsa tersebut. Dan, juga menjadi salah satu indikator seberapa jauh kiat suatu bangsa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Oleh karena itu, pengembangan Matematika dan IPA menjadi suatu keharusan. Alasannya, dengan membekali dasar pengetahuan yang kuat terhadap Matematika dan IPA sedini mungkin akan memudahkan bagi siswa untuk mengembangkan di kemudian hari, utamanya aspek life-skills siswa dapat dikembangkan,” ujarnya
JALUR B
Olimpiade matematika telah dirintis sejak tahun 2003, pelaksanaan olimpiade diharapkan mendapat dukungan sekolah dan pemerintah sehingga dapat memberikan dampak positif pada proses pembelajaran siswa di sekolah sehingga menjadi lebih kreatif dan inovatif dan menyenangkan.
Namun bagaimana dengan anak-anak pintar dan berpotensi yang berada di daerah dan propinsi yang jauh dari Pulau Jawa, Sumatera atau Bali, apakah kesempatan mereka tertutup untuk ikut unjuk prestasi mengharumkan nama sekolah, daerah dan bangsa?
Depdiknas memang tidak tinggal diam. Penelusuran bakat dan kemampuan siswa siswi memang sudah digali sejak dini melalui proses seleksi dari tingkat sekolah meningkat ke jenjang lebih tinggi, yakni di tingkat kota/kabupaten hingga tingkat provinsi.
Depdiknas sejak dua tahun terakhir melaksanakan program penelusuran anak-anak berprestasi di bidang matematika dan sains dengan terjun langsung ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota dan propinsi.
“Kami menyebut program ini sebagai program jalur B sehingga tidak hanya anak-anak di perkotaan saja yang bisa berkompetisi tetapi anak-anak di daerah yang mungkin saja belum beruntung dari sisi ekonomi tetapi pandai akan memperoleh peluang-peluang yang kelak bisa meningkatkan hidupnya,” katanya.
Mudjito mencontohkan mata pelajaran matematika. Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, matematika di jenjang sekolah dasar perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, melalui proses pembelajaran yang optimal pada mata pelajaran matematika, terbukti kemampuan siswa dapat dikembangkan relatif lebih mudah pada mata pelajaran lainnya.
“Untuk mendorong kreativitas dan efektivitas kinerja sekolah agar selalu berusaha meningkatkan mutu pendidikan matematika, kami mencari dan menjaring bibit-bibit unggul untuk diikutsertakan pada kompetisi matematika tingkat internasional. Dan terbukti, anak-anak itu mampu meraih prestasi hingga mendapat medali emas, perak dan perunggu,” kata Mudjito.
Prestasi anak-anak di tingkat SD ini di ajang kompetisi matematika dan sains merupakan titik awal untuk pembinaan lebih lanjut di tingkat sekolah menengah pertama maupun atas. Bahkan, sampai ke perguruan tinggi. Depdiknas akan melakukan pembinaan berkesinambungan. Artinya, prestasi di tingkat SD ini akan menentukan prestasi di tingkat sekolah di atasnya, kata Mudjito.
“Guru-guru sekarang ini lebih bersemangat untuk meningkatkan kemampuannya karena memang ada tuntutan untuk itu. Kalau guru tidak menguasai matematika dan sains di atas kemampuan standar, lalu bagaimana nanti siswa bisa bersaing untuk ikut dalam olimpiade,” kata Mudjito.

INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD (IMSO)

By : Hendri Kusdianto, S.Si
INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD

4th INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENCE OLYMPIAD
FOR PRIMARY SCHOOL 2007
(4th IMSO 2007)

"Smart, Skilled, and Creative In a Joyful Competition for Excellence”

1. Rationale

It has been generally acknowledged that education determines
the quality of human resources. Elementary schools, as a part of basic education,
provide children with skills of reading, writing, arithmetic, and basic science.
A program which could stimulate creativity, develop critical and analytical
thinking is important to be provided to children at the primary school level
as they are in the “golden period of education”.
To implement this program, Ministry of National Education of the Republic of
Indonesia is organizing the 4thInternational Mathematics and Science Olympiad
(IMSO) at primary school level. Participation in 4th IMSO 2007 is by invitation.

2. Theme

“Smart, Skilled, and Creative
in a Joyful Competition for Excellence”

3. Objectives

The general objectives of the Olympiad are to improve the competencies
of the elementary school students in Mathematics and Science and foster friendly
relationships between primary school students.
The specific objectives of this Olympiad are:
a. To develop elementary school students’ talent and interest in Mathematics
and Science.
b. To motivate the elementary school students in developing their intellectual
capacity and skills in Mathematics and Science.

4. Guidelines and Regulations

a. Schedule

1) The 4th IMSO 2007 will be held in Jakarta Indonesia on
11-17 November 2007.
2) Contestants and officials must arrive in Jakarta on 11 November 2007.
3) Tutors/trainers will discuss and select the problems on the 12 November 2007.
4) Tests will be held on 13 and 14 November 2007.

b. Types of problems and test regulations

1) IMSO 2007 is an individual competition. The problems consist
of 2 parts for each subject:
a) Theoretical and exploration problems for Mathematics;
b) Theoretical and experimental problems for Science.

2) The problems are constructed based on Mathematics and Science
elementary school curriculums, reference books, and other relevant sources,
which cover intellectual, reasoning, and creativity.

3) Participating countries are welcome to send 2 sets of proposed
problems for each subject to the organizing committee. Five (5) problems for
theoretical questions and five (5) problems for exploratory and/or experimental
questions. Proposed problems must be e-mailed before 31 August 2007.


4) Instructions and problems will be in English. Theoretical questions must
also be answered in English; however the contestants are allowed to use an English
dictionary. Contestants are not allowed to bring books, scientific dictionary,
calculators, and other electronic devices except English dictionary to the competition
hall.

c. Contestants and Officials

1) Contestants
a) The contestants of the Olympiad are grade V, VI or level F students, less
than 12 years old by 11 November 2007. A statement letter from their respective
school principal should be provided and the contestants should be appointed
through a selection process in their respective country.
b) Each country is entitled to send 6 students, 3 students for each subject.
c) Each country is permitted to have more than 6 contestants in their delegation;
however, the organizing committee will not bear their accommodations and meals
expenses during the Olympiad.

2) Officials
The officials from each country consist of one (1) team leader and two (2) tutors/trainers.

a) Requirements for Team Leader
The team leader should have the ability to communicate in English.
b) Requirements for Tutors/Trainers
The tutors/trainers should master the substance of primary school Mathematics
and Science and have the ability to communicate in English.

d. Letter of participation and registration forms
Countries who are interested in joining this competition should confirm their
participation by sending a letter of participation to the chairperson of IMSO
2007 before 31 July 2007. Registration form containing the names of contestants,
tutors/trainers, and team leader, as well as travel details must be submitted
to the organizing committee not later than the end of October 2007 to address
below:

Mr. Mudjito (Chairperson)
4th International Mathematics and Science Olympiad
for Primary School (IMSO) 2007
Directorate of Kindergarten and Primary Development
Building E, 17th Floor, Ministry of National Education Complex
Jl. Jenderal Sudirman Senayan – Jakarta 10270
INDONESIA
Phone (ë21) 5725632, 57900390
Fax. (ë21) 5725632, 5725635
Email: gusmayadi@yahoo.com;
hoeshani@cbn.net.id.

e. Juries
The juries are appointed by the organizing committee from local universities,
Center for Educational Evaluation, and the Directorate General of Primary and
Secondary Education Management, Ministry of National Education of Indonesia.


f. Evaluation
1) The contestants should answer all the questions.
2) The juries score the answers and the results are submitted to the tutors/trainers
of each country.
3) Tutors/trainers are allowed to respond to the juries’ scoring results
through moderation.
4) The juries will announce the winners based on the scoring results. The winners
are decided by the percentages of correct answers.

g. Medals and Trophies
1) Approximately two-thirds of the contestants will be awarded gold, silver,
bronze medals. Each participant will receive a certificate of participation.

2) Trophies will be awarded to contestants with the highest score for each part
of the problem and the overall score of both parts of the problem.

h. Expenses
1) Each participating country is responsible for their traveling expenses to
and from Jakarta, Indonesia.
2) The organizers of the IMSO 2007 will provide free hotel accommodation including
meals and local transportation within the duration of the contest schedule for
1 team leader, 2 tutors/trainers, and 6 student contestants.
3) Other expenses, such as local transports from the participants’ home
to the airport, procurement of passport and visa, as well as airport tax will
be borne by the participants.
4) Each additional contestant, official, and accompanying person will be charged
US$ 650 for the expenses in point (2) above.

5. Medical Care
In case of minor emergency, the organizing committee will provide medical care
to the delegations including additional participants, and cover the expenses.
Nevertheless, team leaders should ascertain that all members of their delegation
are fully insured before coming to Indonesia lest major emergencies occurred
during the Olympiad.


6. Entry Visa to Indonesia
IMSO 2007 participants must have a roundtrip airline ticket. Team leader of
participating country must check their delegation visa requirements before entering
and leaving Indonesia. For detailed and updated information, please contact
the local Indonesian Embassy or consulates.




DIRECTORATE OF KINDERGARTEN AND PRIMARY DEVELOPMENT
DIRECTORATE GENERAL OF PRIMARY AND SECONDARY EDUCATION MANAGEMENT
MINISTRY OF NATIONAL EDUCATION
REPUBLIC OF INDONESIA

- Copyright © PRESTASI SEKOLAH - Design by - SD KRISTEN HIDUP BARU Jl. Ciumbuleuit no. 160 Bandung-Jawa Barat Telpon (022)2031739 -